MODE SIMULASI — DATA BUKAN DATA PRODUKSI LIVE
Inovasi Kesehatan Digital

Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang
Proaktif.

PRODULI merupakan platform digital yang mendukung transformasi pelayanan kesehatan preventif berbasis data laboratorium — mewujudkan pelayanan kesehatan yang proaktif. Melalui analisis risiko otomatis, penugasan kader, dan pemantauan kunjungan secara real-time, sistem ini membantu tenaga kesehatan memberikan layanan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan proaktif kepada masyarakat.

Integrasi Data Lab
Layanan Preventif
Akses Tanpa Sinyal
Pemetaan Wilayah
0+
Pasien Teridentifikasi
0
Kader Aktif
0
Puskesmas Terintegrasi
0%
Akurasi Pemetaan

Inovasi Pelayanan Publik

Membangun Ekosistem Kesehatan Terpadu

Sistem terpadu yang menghubungkan data kesehatan dengan penanganan di lapangan secara cepat, akurat, dan rahasia.

Health Preventive

Tindakan pencegahan dan pelayanan aktif berdasarkan bukti dari hasil tes, bukan hanya bereaksi setelah keluhan muncul.

Pemetaan Jangkauan

Sistem mencatat lokasi distribusi penugasan untuk memastikan jangkauan pelayanan kesehatan lebih merata di seluruh wilayah.

Pusat Informasi Terpadu

Pemantauan visual sebaran risiko kesehatan masyarakat dan kinerja layanan dari tingkat Kabupaten hingga ke pelosok Puskesmas.

Akses Tanpa Hambatan

Petugas tetap bisa melakukan pencatatan saat berada di wilayah terpencil tanpa koneksi internet yang memadai.

Privasi Data Medis

Keamanan tingkat tinggi untuk melindungi kerahasiaan informasi pasien dan memastikan integritas data tetap terjaga.

Pemantauan Sigap

Setiap perkembangan status kesehatan di lapangan dapat langsung dipantau untuk pengambilan keputusan medis yang lebih cepat.

Mengubah Layanan Pasif menjadi Proaktif

Pergeseran paradigma dari menunggu pasien sakit menjadi penjangkauan proaktif berbasis data objektif laboratorium.

Sistem Lama (Pasif)
Laboratorium
Hasil Keluar
Selesai (Arsip)
PRODULI (Proaktif)
1
Pembaruan Data
Otomatis menarik hasil tes terbaru.
2
Analisis Risiko
Klasifikasi risiko secara medis.
3
Penugasan Kader
Penentuan sasaran pelayanan.
4
Pemetaan Area
Penentuan area jangkauan tugas.
5
Layanan Langsung
Kunjungan edukasi dan pencatatan.
6
Pemantauan Terpadu
Evaluasi hasil secara komprehensif.

Penilaian Risiko Otomatis

Sistem menganalisis indikator laboratorium dan mengelompokkan pasien secara objektif, berdasarkan nilai rujukan klinis resmi, bukan berdasarkan perkiraan.

Risk Classification

Tingkat risiko beserta parameter kombinasi yang menjadi penentunya.

Ringan

Hanya parameter Gula Darah Puasa yang melebihi nilai rujukan; parameter kombinasi lainnya berada dalam batas normal atau belum pernah diperiksa.

Gula Darah Puasa
Sedang

Seluruh parameter yang diuji (Gula Darah Puasa, Cholesterol, Trigliserida, dan LDL) harus melebihi nilai rujukan secara bersamaan, bukan hanya salah satu di antaranya.

Gula Darah PuasaCholesterolTrigliseridaLDL

Sebagai jalur independen, nilai Creatinine pada rentang 1,7–1,9 mg/dL juga secara langsung menghasilkan klasifikasi Sedang, tanpa memerlukan parameter lain turut melebihi nilai rujukan.

Berat

Kelima parameter kombinasi tersebut harus tersedia secara lengkap dan seluruhnya melebihi nilai rujukan secara bersamaan.

Gula Darah PuasaCholesterolTrigliseridaLDLUrea

Sebagai jalur independen, nilai Creatinine sebesar ≥ 2,0 mg/dL juga secara langsung menghasilkan klasifikasi Berat, tanpa memerlukan kelima parameter lainnya.

Pemeriksaan & Nilai Rujukan

Ambang klinis resmi per parameter laboratorium.

ParameterNilai Rujukan
Gula Darah Puasa (GDP) > 120 mg/dL
Cholesterol Total > 200 mg/dL
Trigliserida > 140 mg/dL
LDL > 130 mg/dL
Urea > 46 mg/dL
Creatinine Sedang1,7 – 1,9 mg/dL
Creatinine Berat≥ 2,0 mg/dL

Creatinine memiliki dua ambang bertingkat karena berperan sebagai penentu klasifikasi langsung ("direct classifier"); penjelasan lebih lanjut disajikan pada bagian Smart Early Detection berikut.

Smart Early Detection

Mendeteksi Pasien yang Berisiko Memburuk

Tidak sekadar mengelompokkan pasien ke dalam kategori Ringan, Sedang, atau Berat, sistem ini turut menandai pasien dengan klasifikasi Sedang yang kondisinya telah mendekati ambang Berat, berdasarkan tiga kaidah objektif (rule-based), bukan berdasarkan prediksi model machine learning yang bersifat tertutup (black box).

Tingkat Kedekatan terhadap Ambang Berat (Proximity)

Khusus untuk parameter bertingkat, seperti Creatinine

Menghitung posisi nilai pasien di dalam rentang Sedang sebagai persentase menuju ambang Berat berikutnya. Merupakan satu parameter penting yang dinilai secara terpisah dari kombinasi parameter lain, dan ambang penilaiannya tidak pernah dilonggarkan.

proximity = (nilai - ambang_bawah) / (ambang_berat - ambang_bawah)

Margin Kombinasi Parameter

Untuk lima parameter kombinasi (Gula Darah Puasa, Cholesterol, Trigliserida, LDL, dan Urea)

Penilaian tidak lagi didasarkan semata-mata pada jumlah parameter yang melebihi ambang. Sekurang-kurangnya tiga parameter harus melebihi ambang secara bersamaan, dengan mewajibkan keberadaan Gula Darah Puasa, LDL, dan Trigliserida (pemeriksaan yang dinilai paling signifikan secara klinis; Cholesterol dan Urea berperan sebagai pelengkap yang bersifat opsional). Seluruh parameter tersebut, bukan hanya rata-ratanya, harus sama-sama berada jauh di atas nilai rujukan, sehingga tidak terjadi kondisi satu parameter menyimpang signifikan sementara parameter lainnya masih mendekati ambang.

hitung(margin) ≥ min_parameter DAN min(margin) ≥ ambang_margin

Tren Memburuk Berturut-turut

Berlaku untuk parameter apa pun yang memiliki riwayat pemeriksaan

Nilai suatu parameter menunjukkan kenaikan berturut-turut pada tiga pemeriksaan terakhir, meskipun tingkat risikonya sendiri belum mengalami perubahan.

nilai_sekarang > nilai_sebelumnya > nilai_2x_sebelumnya

Mengapa Ambang Proximity Ditetapkan pada 60%, Bukan 70%?

Rentang klasifikasi Sedang resmi untuk parameter Creatinine adalah 1,7–1,9 mg/dL, sedangkan klasifikasi Berat dimulai pada 2,0 mg/dL. Nilai maksimum yang dapat dicapai di dalam rentang Sedang (1,9 mg/dL) hanya menempuh 66.7% dari jarak menuju ambang Berat. Apabila ambang ditetapkan pada 70%, sinyal ini secara matematis tidak akan pernah dapat teraktivasi. Ambang 60% dipilih agar berada sedikit di bawah batas maksimum tersebut, sehingga fitur deteksi dini dapat benar-benar aktif memberikan peringatan yang bermakna.

Ketentuan untuk kelima parameter kombinasi bersifat berbeda. Parameter-parameter ini tidak memiliki tingkatan "Berat" numerik bertingkat sebagaimana Creatinine (klasifikasi Berat pada kombinasi parameter ditentukan melalui kelengkapan, bukan kedalaman nilai), sehingga tidak terdapat batas atas matematis yang alami. Sekurang-kurangnya 3 parameter harus melebihi ambang secara bersamaan, dengan mewajibkan keberadaan Gula Darah Puasa, LDL, Trigliserida (pemeriksaan yang dinilai paling signifikan secara klinis; Cholesterol dan Urea berperan sebagai pelengkap opsional), dan seluruh parameter tersebut harus berada ≥ 50% di atas nilai rujukan. Ketiga nilai ambang ini merupakan keputusan kebijakan klinis, bukan hasil turunan suatu rumus matematis.

Seluruh nilai ambang tersimpan sebagai konfigurasi, bukan angka tetap di dalam kode program, sehingga dapat disesuaikan kembali tanpa perlu mengubah aplikasi apabila terdapat evaluasi klinis terbaru dari tenaga kesehatan.

Ingin melihat perhitungannya secara langsung pada contoh kasus nyata?

Keamanan & Privasi Terjamin

Arsitektur keamanan yang dirancang untuk melindungi data medis sensitif dan mencegah manipulasi pelaporan di lapangan.

Validasi Lokasi Geografis

Sistem mendeteksi dan memvalidasi kecocokan koordinat kunjungan dengan area domisili untuk menjamin keaslian data.

Kamera Terintegrasi

Mencegah unggahan laporan lama.

Tanda Terenkripsi

Mencetak waktu dan lokasi akurat pada laporan.

Integritas Data

Informasi pendukung rekam medis dikunci.

Verifikasi Petugas

Memastikan kader yang melaporkan adalah petugas berwenang.

Penyimpanan Sementara Terlindungi

Data laporan tetap aman meskipun perangkat berada di luar jaringan, dan akan disinkronisasikan secara rahasia.

Hak Akses Terpadu

Setiap tingkatan petugas memiliki akses informasi sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya.

Akses Dinas Kesehatan

  • Memantau rekapitulasi kesehatan Kabupaten
  • Pemantauan sebaran wilayah berisiko tinggi
  • Evaluasi kinerja seluruh Puskesmas
  • Pengelolaan Data Wilayah & Indikator

Dampak Publik

Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Proaktif

Dedikasi tenaga kesehatan dan kader lapangan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penanganan yang tepat sasaran dan berkesinambungan.

KOPIPU (Konseling Dari Pintu ke Pintu)

KOPIPU (Konseling Dari Pintu ke Pintu)

@puskesmas_gapura
Kunjungan ke Rumah Lansia

Kunjungan ke Rumah Lansia

@pkm_pragaan
Kegiatan SEMPOL SEHAT

Kegiatan SEMPOL SEHAT

@puskesmaslenteng
KOPIPU (Konseling Dari Pintu ke Pintu)

KOPIPU (Konseling Dari Pintu ke Pintu)

@puskesmas_gapura
KOPIPU (Konseling Dari Pintu ke Pintu)

KOPIPU (Konseling Dari Pintu ke Pintu)

@puskesmas_gapura
Kunjungan ke Rumah

Kunjungan ke Rumah

@pkm_pragaan
KOPIPU (Konseling Dari Pintu ke Pintu)

KOPIPU (Konseling Dari Pintu ke Pintu)

@puskesmas_gapura
Kunjungan ke Rumah Lansia

Kunjungan ke Rumah Lansia

@pkm_pragaan
Kegiatan SEMPOL SEHAT

Kegiatan SEMPOL SEHAT

@puskesmaslenteng
KOPIPU (Konseling Dari Pintu ke Pintu)

KOPIPU (Konseling Dari Pintu ke Pintu)

@puskesmas_gapura
KOPIPU (Konseling Dari Pintu ke Pintu)

KOPIPU (Konseling Dari Pintu ke Pintu)

@puskesmas_gapura
Kunjungan ke Rumah

Kunjungan ke Rumah

@pkm_pragaan

Roadmap Integrasi & Pengembangan

Fase 1

Penerapan & Uji Coba Terpadu

Pengujian sistem secara menyeluruh di fasilitas kesehatan percontohan untuk memastikan kelancaran operasional petugas di lapangan.

Fase 2

Perluasan Jangkauan Layanan

Penerapan sistem ke seluruh wilayah untuk mendukung petugas kesehatan dalam memberikan edukasi dan pemantauan proaktif secara berkesinambungan.

Fase 3

Penguatan Integrasi Data

Penyelarasan data dengan sistem informasi kesehatan daerah maupun nasional guna memperkuat landasan pengambilan kebijakan pelayanan.

Fase 4

Inovasi Berkelanjutan

Pengembangan fitur dan layanan berdasarkan masukan dari masyarakat serta petugas kesehatan demi kualitas pelayanan yang semakin optimal.

Tentang Inovasi

"PRODULI merupakan inovasi sistem pelayanan kesehatan yang digagas oleh Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., sebagai upaya memperkuat pelayanan preventif. Inovasi ini hadir dengan tujuan utama untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang proaktif melalui kunjungan rumah berbasis data laboratorium dan pendekatan keluarga."
Baca Selengkapnya
PRODULI Logo
PRODULI

Platform Digital Transformasi Pelayanan Kesehatan Preventif Berbasis Data Laboratorium.

Kontak & Dukungan

  • Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
    Kabupaten Sumenep
  • UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah
    Kabupaten Sumenep
  • +62 852-5930-6093

© 2026 PRODULI Platform. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Dikembangkan oleh Pengolah Data dan Informasi UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah
Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep